Penerapan Teknologi Mesin Crusher (pencacah plastik) Untuk Pengolah Sampah An-Organik Sebagai Upaya Peningkatan Nilai Ekonomis Di Desa Tambong Kabupaten Banyuwangi
Abstract
Abstrak
Sampah dalam kehidupan harus di kelola dengan baik, mengingat dampak buruknya bagi kesehatan dan lingkungan. Sampah dari berbagai sumber mulai dari rumah tangga pasar, industry dan lain-lain nantinya akan di buang di tempat pembuangan akhir (TPA). Upaya pengolahan sampah secara terpadu adalah pemilahan berdasarkan jenis dan warnanya yang di lakukan mulai dari sampah organic dan an organic. Masyarakat Desa Tambong Kabupaten Banyuwangi merupakan desa percontohan dalam pengelolaan sampah baik organic maupun an organic. Pemerintahan desa Tambong dalam programnya yaitu masyarakat sadar lingkungan terhadap pemanfaatan atau pengelolaan sampah terhadap nilai ekonomisnya sehingga di bentuknya unit pengelola bank sampah. Sampah yang ada di warga akan di pungut oleh yang bertugas untuk di kumpulkan di tempat khusus yang natinya akan di pilah berdasarkan kategori sampah organik dan an organik . Salah satu sampah yang masih memiliki nilai ekonomis adalah sampah an organik tetapi pengeloaan masih dilakukan secara manual artinya sampah tersebut seperti botol, kardus, dan barang-barang yang terbuat dari plastic masih di jual secara langsung sehingga nilai ekonomis masih rendah.
Peningkatan nilai ekonomis terhadap sampah an organic adalah dengan cara di cacah atau di giling sesuai dengan jenis dan warnanya sehingga di perlukan inovasi teknologi yang relevan. Terobosan teknologi yang akan di terapkan adalah mesin crusher yang berfungsi sebagai penghancur/penggiling sampah on organic. Hasil produk gilingan plastic akan di kelompokan berdasar jenis dan warna pada jenis plastic sehingga peningkatan harga ekonomis bervariasi. Hasil cacahan atau gilingan harus di bersihkan dengan cara di cuci bersih dan di jemur kemudian setelah kering akan di kemas sesuai dengan jenis dan warnanya dan natinya siap di jual. Nilai jual terhadap produk giling plastic memiliki harga jauh lebih tinggi di banding nilai jual secara langsung sehingga pemanfaatan teknologi di nilai sangat efektif terhadap solusi permasalahan sampah yang ada di masyarakat.
Tahap pertama kegiatan pengabdian ini melakukan survey untuk mengidentifikasi permasalahan mitra dan melakukan studi literatur untuk mendapatkan solusi atas permasalahan mitra. Setelah solusi permasalahan mitra didapatkan, langkah selanjutnya melakukan perancangan mesin yang dibutuhkan yaitu membuat mesin crusher sebagai tekknologi pengolah sampah an organik, setelah mesin tersebut terbuat langkah berikutnya adalah melakukan serah terima mesin ke mitra, melakukan penyuluhan proses pengolahan sampah an organic menjadi biji plastic sesuai dengan potongan yang di inginkan, melakukan pelatihan dan perawatan pengoperasian alat, melakukan pendampingan secara berkala dan tahap yang terakhir adalah mengevaluasi manfaat alat tersebut terhadap mitra.
Mesin crusher pengolah sampah an organic ini dirancang sebaik mungkin sehingga dalam pengerjaannya lebih mudah, cepat, kualitas terjaga dan produksinya lebih maksimal dibandingkan dengan cara manual/mekanik biasa. Mesin ini diharapkan dapat mempercepat dan mempermudah untuk pengolahan/penggilingan sampah an organik sehingga bisa mendapatkan nilai ekonomis maksimal dan bisa menjadi penghasilan tambahan bagi masyarakat desa Tambong.
Kata_kunci_1; sampah an-organik, mesin crusher, cacahan/gilingan produk plastik
Sampah dalam kehidupan harus di kelola dengan baik, mengingat dampak buruknya bagi kesehatan dan lingkungan. Sampah dari berbagai sumber mulai dari rumah tangga pasar, industry dan lain-lain nantinya akan di buang di tempat pembuangan akhir (TPA). Upaya pengolahan sampah secara terpadu adalah pemilahan berdasarkan jenis dan warnanya yang di lakukan mulai dari sampah organic dan an organic. Masyarakat Desa Tambong Kabupaten Banyuwangi merupakan desa percontohan dalam pengelolaan sampah baik organic maupun an organic. Pemerintahan desa Tambong dalam programnya yaitu masyarakat sadar lingkungan terhadap pemanfaatan atau pengelolaan sampah terhadap nilai ekonomisnya sehingga di bentuknya unit pengelola bank sampah. Sampah yang ada di warga akan di pungut oleh yang bertugas untuk di kumpulkan di tempat khusus yang natinya akan di pilah berdasarkan kategori sampah organik dan an organik . Salah satu sampah yang masih memiliki nilai ekonomis adalah sampah an organik tetapi pengeloaan masih dilakukan secara manual artinya sampah tersebut seperti botol, kardus, dan barang-barang yang terbuat dari plastic masih di jual secara langsung sehingga nilai ekonomis masih rendah.
Peningkatan nilai ekonomis terhadap sampah an organic adalah dengan cara di cacah atau di giling sesuai dengan jenis dan warnanya sehingga di perlukan inovasi teknologi yang relevan. Terobosan teknologi yang akan di terapkan adalah mesin crusher yang berfungsi sebagai penghancur/penggiling sampah on organic. Hasil produk gilingan plastic akan di kelompokan berdasar jenis dan warna pada jenis plastic sehingga peningkatan harga ekonomis bervariasi. Hasil cacahan atau gilingan harus di bersihkan dengan cara di cuci bersih dan di jemur kemudian setelah kering akan di kemas sesuai dengan jenis dan warnanya dan natinya siap di jual. Nilai jual terhadap produk giling plastic memiliki harga jauh lebih tinggi di banding nilai jual secara langsung sehingga pemanfaatan teknologi di nilai sangat efektif terhadap solusi permasalahan sampah yang ada di masyarakat.
Tahap pertama kegiatan pengabdian ini melakukan survey untuk mengidentifikasi permasalahan mitra dan melakukan studi literatur untuk mendapatkan solusi atas permasalahan mitra. Setelah solusi permasalahan mitra didapatkan, langkah selanjutnya melakukan perancangan mesin yang dibutuhkan yaitu membuat mesin crusher sebagai tekknologi pengolah sampah an organik, setelah mesin tersebut terbuat langkah berikutnya adalah melakukan serah terima mesin ke mitra, melakukan penyuluhan proses pengolahan sampah an organic menjadi biji plastic sesuai dengan potongan yang di inginkan, melakukan pelatihan dan perawatan pengoperasian alat, melakukan pendampingan secara berkala dan tahap yang terakhir adalah mengevaluasi manfaat alat tersebut terhadap mitra.
Mesin crusher pengolah sampah an organic ini dirancang sebaik mungkin sehingga dalam pengerjaannya lebih mudah, cepat, kualitas terjaga dan produksinya lebih maksimal dibandingkan dengan cara manual/mekanik biasa. Mesin ini diharapkan dapat mempercepat dan mempermudah untuk pengolahan/penggilingan sampah an organik sehingga bisa mendapatkan nilai ekonomis maksimal dan bisa menjadi penghasilan tambahan bagi masyarakat desa Tambong.
Kata_kunci_1; sampah an-organik, mesin crusher, cacahan/gilingan produk plastik
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
(1) TriasTriastantra M. (2016). Pengelolaan Sampah Pasar Sebagai Upaya Pengendalian Pencemaran Lingkungan Berdasarkan Peraturan DaerahKota Yogyakarta Nomor 10 Tahun 2012 Tentang Pengelolaan Sampah (Studi Kasus di Pasar Giwangan Kota Yogyakarta). Diakses dari http://e-journal.uajy.ac.id/10661/1/jurnal.pdf
(2) Yuliyani D. R. 2013. Kesadaran Masyarakat dan Aparat Kelurahan Dalam Menjaga Kebersihan Lingkungan: Studi Deskriptif di Sekitar Tempat Pembuangan Sementara, Kelurahan Sangkapura, Kecamatan Kiaracondong, Bandung. Skripsi. Bandung, Universitas Pendidikan Indonesia. Diakses dari http://repository.upi.edu
(3) Fajar W. A., Dewi P. (2014). Sosialisasi Bahaya Membuang Sampah Sembarangan dan Menentukan Lokasi TPA di Dusun Deles Desa Jagonayan Kecamatan Ngablak. Jurnal Inovasi dan Kewirausahaan volume 3 nomor 1 (2014): 21-27. ISSN: 2089-3086
(4) Nurlela. (2017). Dampak Keberadaan Tempat Pengolahan Sampah 3R(Reduce, Reuse dan Recycle)Vipa Mas Terhadap Lingkungan Sosial Ekonomi Masyarakat diKelurahan Bambu Apus Kecamatan Pamulang KotaTangerang Selatan. Skripsi. Jakarta Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah
(5) Sahil J et al. (2016). Sistem Pengelolaan dan Upaya Penanggulangan Sampah di Kelurahan Dufa-Dufa Kota Ternate. Jurnal Bioedukasi volume 4 nomor 2. ISSN: 2301-4678/ media.neliti.com
(6) Hardiatmi S. (2011) Pendukung Keberhasilan Pengelolaan Sampah Kota. INNOFARM. Jurnal Inovasi Pertanian, 10 (1): 50-66
(7) Yuliyani D. R. 2013. Kesadaran Masyarakat dan Aparat Kelurahan Dalam Menjaga Kebersihan Lingkungan: Studi Deskriptif di Sekitar Tempat Pembuangan Sementara, Kelurahan Sangkapura, Kecamatan Kiaracondong, Bandung. Skripsi. Bandung, Universitas Pendidikan Indonesia. Diakses dari http://repository.upi.edu
(8) Utomo, B. G. (2012). ProsesPembuatanPisauPadaMesinPerajangSampah. FakultasTeknikUniversitasNegeriYogyakarta
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Jurnal DIANMAS
ISSN 2089-9602
Alamat Redaksi :
Politeknik Negeri Semarang
Jl. Prof. H. Soedarto, S.H., Tembalang, Semarang
Telp. 024-7473417
E-mail : ruslysmg@yahoo.co.id