PAUD Inklusi Untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)

Sri Huning Anwariningsih, Sri Ernawati (Universitas Sahid Surakarta)

Abstract


UUD 1945 mengatur bahwa setiap orang berhak mendapat pengajaran tanpa memandang fisik, agama, suku, dll. Salah satu pihak yang berhak mendapat pengajaran dan pendidikan adalah anak-anak berkebutuhan khusus (ABK).Selama ini pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus lebih banyak di selenggarakan secara segregasi  di Sekolah Luar Biasa (SLB) dan  Taman Kanak-Kanak  Luar Biasa (TK-LB). Sementara itu jumlah dan lokasi SLB dan  TK-LB masih terbatas, padahal anak-anak berkebutuhan khusus banyak tersebar hampir di seluruh daerah. Halini yang mendorong munculnya fenomena pendidikan inklusi berarti sekolah harus mengakomodasi semua anak tanpa memandang kondisi fisik, intelektual, sosial-emosional, linguistik atau kondisi lainnya. PAUD Semata Hati dan PAUD Al Abyan merupakan PAUD sedang memposisikan diri sebagai PAUD Inklusi dengan menyediakan layanan pendidikan bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Ada beberapa permasalahan yang dihadapi kedua mitra yaitu belum sepenuhnya mencerminkan suasana sekolah dan guru yang ramah (welcoming school dan welcoming teacher), sarana prasarana memenuhi tingkat aksesibilitas bagi anak berkebutuhan khusus (ABK), Alat Permainan Edukatif (APE) yang ada juga belum ramah untuk anak ABK, dan kegiatanparentingeducation yang tidak maksimal. Kegiatan ini memiliki beberapa target yang ingin dicapai yaitu : (1) setelah mengikuti pelatihan, setiap peserta (guru) dapat memahami bagaimana menjadi guru yang ramah (welcoming teacher) dan dapat melakukan melakukan asesmen dan merancang pembelajaran serta memberikan layanan pendidikan kepada anak berkebutuhan khusus (ABK), (2) peningkatan sarana pembelajaran yang ramah anak ABK dalam rangka mewujudkan sekolah yang ramah (welcoming school) terutama untuk peningkatan layanan fisioterapi dan terapi okupasi, (3) pembuatan Alat Permainan Edukatif (APE) yang ramah anak ABK dan meningkatkan minat belajar anak ABK, dan (4) setelah mengikuti kegiatan parenting education yang kontinu, orang tua makin mengerti peranannya dalam kegiatan pembelajaran bagi siswa ABK.Kesemua target ini pada akhirnya akan meningkatkan peran PAUD Inklusi dalam memberikan layanan pendidikan bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Merujuk pada target yang ingin dicapai di atas, maka metode pendekatan yang akan ditawarkan dalam kegiatan pengabdian ini adalah mengadakan pelatihan-pelatihan secara langsung kepada peserta/guru berupa praktik bagaimana menjadi guru yang ramah, melengkapi sarana yang meningkatkan aksesibilitas ABK, membuat APE yang ramah siswa ABK, dan melibatkan orang tua kegiatan parenting education secara kontinu untuk meningkatkan pemahaman dan penerimaan orang tua terhadap pendidikan inklusi. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan adanya pendampingan terhadap peserta agar kegiatan ini dapat berkelanjutan.

Kata Kunci : Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), Inklusi, PAUD

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal DIANMAS
ISSN 2089-9602
Alamat Redaksi :
Politeknik Negeri Semarang
Jl. Prof. H. Soedarto, S.H., Tembalang, Semarang
Telp. 024-7473417
E-mail : ruslysmg@yahoo.co.id